Baca Kumpulan Cerpen Menarik Hanya Di Sini
Frist Time

Frist Time

November 03, 2020adminCerpen0 543x

Namaku Wahyu aku berusia 16 tahun aku bersekolah di salah satu Sekolah Menengah Atas di Jawa Tengah. Aku salah satu murid teladan di sekolah itu, aku sering berangkat terlambat bahkan hamper setiap hari aku selalu terlambat dan sering kali aku dihukum karena hal itu.

Kenapa aku sering terlambat? Karena sekolah sudah engga seru lagi bor.

Tapi kebiasaan buruk ku berubah setelah ada murid pindahan baru, namanya Putri dia sangat cantik dan sangat pintar, entah kenapa setelah kahadiranya di kelas ini aku jadi agak berubah,

Apakah ini cinta? Hmm entahlah, tapi yang jelas dia bisa merubah ku.

Pada suatu hari dia ganggu oleh murid nakal kelas sebelah, sebenarnya aku pengen menolong tapi aku berfikir “Siapa gua, mending aku biarin” tapi aku juga kasian melihat dia.

Aku sebenarnya juga pengen banget ngobrol sama dia tapi aku malu dan tidak berani ngomong sama dia, dan alhasil satu tahun aku ga ngomong sama sekal dengan dia.

Ada suatu kejadian aku satu kelompok dengan dia, aku menatap dia, ternyata kalo dari dekat dia lebih cantik dan manis. Entah kenapa perasaan ku jadi bahagia, sedih, cemas tercampur jd satu.

Dan entah kenapa saat aku melihat dia mengobrol sama orang lain dan sangat akrab hati ku rasanya sangat sedih, dan aku pun berfikir “Mungkin karena aku jelek kali ya”

Pada hari kelulusan sekolah aku pun memberanikan diri untuk ngomong langsung ke dia.

“Eeeto. Putri-san aku pengen ngomong sama kamu” Aku sambil gemeteran

“Mau ngomong apa” Jawab dia

“Besok bisa engak kita ketemuan di Taman, aku pengen ngomong sesuatu?”

“Emm tentu jam berapa?”

“Jam 3 sore bisa?”  Aku Ssmbil tersenyum bahagia

“Bisa kok” jawab dia

“Yaudah makasih ya, aku tunggu besok” aku sambil berjalan menjauhi dia

Keesokan harinya saking semangat nya aku tiba di taman itu pukul 2 sore, setelah menunggu satu jam akhirnya dia dating, aku pun langsung menyapa.

“Yo, kamu cantik banget”

“Terimakasih” Jwab dia sambil tersenyum

Aku pun langsug mengajak dia jalan-jalan dan mengajak dia makan, den setelah setidak nya dua jam kita berjalan-jalan akhirnya aku ngomong ke dia

“Etto, Putri-san”

“Iya” Jawab dia

“Kamu mau gak jadi pacar aku” Aku sambil gemeteran

Dia pun menjawab iya entah kenapa aku juga ga tau mungkin dia kasian.

Cerita pun berakhir untuk kelanjutanya bayangin sendiri ya.

 

0 COMMENTS
Be The First To Comment Here

Leave a Reply

Name:


Comment: